fbpx

Cara Mengelola Keuangan Dalam Bisnis

Tidak semua perusahaan memiliki keuangan yang stabil. Permasalahan inilah yang membuat mereka sering memutuskan kontrak kerja atau mengurangi jumlah produksi demi menyelamatkan perusahaan. Ada banyak hal yang menyebabkan hal ini dan sayangnya tidak semua pengusaha tahu apa yang mereka harus lakukan sehingga pada akhirnya bisnis mereka mengalami keterpurukan dan jatuh bangkrut. Btw, apakah Anda seorang pemilik perusahaan? Jika ya, apa yang akan Anda lakukan untuk menjaga agar keuangan perusahaan tetap stabil? Jika Anda masih bingung, disarankan untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

1 Tekan pengeluaran sedikit mungkin

Anda harus bisa memperkecil pengeluran yang tidak di perlukan di perusahaan,mislakan dengan tidak membeli barang/produk yang kurang laku di pasaran Sangat dianjurkan untuk mengurangi pengeluaran yang paling besar semaksimal mungkin agar tidak terus menerus menguras keuangan perusahaan.Pada umumnya, beberapa pengeluaran yang cukup besar berasal dari listrik, air, dan pembelian bahan mentah. Untuk listrik dan air, Anda bisa mematikannya setelah tidak dipakai atau setelah pulang kerja.

2 Stop menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi

Tak dapat dipungkiri bahwa ada saja pimpinan perusahaan yang menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi mereka, entah untuk membeli properti baru, pakaian baru, perhiasan baru, kendaraan baru, dan lain sebagainya. Mereka pun seolah-olah tak mau ambil pusing dengan kondisi keuangan perusahaan selama keinginan pribadi terpenuhi. Hal ini jelas bukan sesuatu yang baik karena dapat menyebabkan keuangan perusahaan menjadi tidak stabil di mana pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Untuk itu, jika Anda suka melakukan hal ini, segera hentikan kecuali Anda ingin membuat perusahaan Anda gulung tikar cepat atau lambat. Bagaimana jika ada kebutuhan mendesak atau kondisi darurat yang memaksa Anda untuk mengeluarkan banyak uang? Untuk kondisi darurat atau kebutuhan mendesak, silahkan digunakan tapi ingat untuk mencatatnya dan mengembalikannya agar perusahaan Anda tidak menderita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *